Monday, September 19, 2011

HP TouchPad Laris Manis

Komputer tablet rakitan Hewlett Packard (HP), TouchPad, menjadi perangkat elektronik terlaris, setelah HP memutuskan untuk memangkas harga habis-habisan. Hal ini dilakukan, karena HP berencana akan berhenti merakit tablet dan smartphone sejak akhir pekan lalu.

"Orang berbondong-bondong mengantre dan mereka sangat cepat membelinya," kata seorang karyawan Best Buy di San Diego, Amerika Serikat, kepada situs berita teknologi Betanews. "Tablet yang tidak akan dirakit lagi itu terjual habis dalam waktu hanya lima menit setelah toko dibuka."

Gadget saingan iPad itu juga laris manis di penjualan online dan semakin sulit dicari. Kini, TouchPad tidak lagi terdaftar di Bestbuy.com di Amerika Serikat, yang pekan lalu dilaporkan tidak laku dan tersisa sekitar 270.000 unit. Di Amazon, TouchPad juga terlaris dalam daftar penjualan elektronik, mengalahkan Kindle dan iPod Touch.

Kamis lalu, HP mengumumkan bahwa pihaknya akan memberhentikan produksi gadget bersistem operasi WebOS, khususnya tablet TouchPad dan smartphone webOS. TouchPad 16 GB saat ini dijual hanya US$ 99,99 (Rp 850 ribuan), yang sebelumnya dibandrol US$ 399. TouchPad 32 GB yang sebelumnya dibandrol US$ 485,99 (Rp 1,2 jutaan), saat in dijual US$ 149,99.

Sony Luncurkan Tablet PC Pertama

Setelah lama ditunggu-tunggu oleh para gadget mania, akhirnya perusahaan elektronik raksasa Jepang, Sony, meluncurkan komputer tablet pertama andalannya Sony Tablet S. Sony mulai memasarkan tabletnya itu pada Jumat (16/9) kemarin di Amerika Serikat.

Sementara, peluncurannya di Jepang juga dibarengi di waktu hampir bersamaan pada Sabtu waktu setempat. Sony mengatakan, tablet terbaru miliknya ini memungkinkan orang untuk bermain game komputer dan mampu membaca e-book yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan buku. Para analis mengatakan Sony ketinggalan selama 17 bulan dalam fokus membuat tablet.

Perangkat tablet ini berfitur layar sentuh kontrol dan berbagai teknologi yang tak kalah dengan tablet-tablet terbaru lainnya. Peluncuran tablet ini sepertinya sengaja untuk menyaingi gadget andalan Apple, iPad, yang masih mendominasi pasar tablet dunia dan persaingan ketat antar tablet-tablet terbaru rakitan produsen elektronik lainnya.

Thursday, August 25, 2011

Malware baru yang mampu menginfeksi Android 2.3 Gingerbread

Sebuah malware baru yang berbahaya ditemukan pada smartphone android dan bergerak dengan leluasa, bahkan pada sistem operasi android versi paling terbaru sekalipun tidak bisa dikatakan aman.

Malware baru ini disebut “GingerMaster”, menurut laporan dari Kaspersky lab via laptopmag, malware ini ditemukan telah mencuri data pada smartphone android yang telah terinfeksi dan mengirimkan informasi yang dicuri tersebut seperti ID perangkat, nomor telepon ke remote server.

Malware GingerMaster sangat menakutkan karena mampu mengeksploitasi Android 2.3 atau versi Gingerbread. Gingermaster akan mempunyai akses root yang memungkinkan untuk membangun jalur komunikasi langsung antara perangkat yang terinfeksi dengan server remote.

Xuxian Jiang, Seorang profesor ilmu komputer dari North Carolina State University yang menemukan GingerMaster ini mengatakan “Karena pada kenyataannya GingerMaster mampu mengeksploitasi root terkini, kami menganggap itu pose salah satu ancaman paling serius bagi pengguna ponsel,”

Gingermaster menginfeksi pengguna seperti yang dilakukan virus smartphone kebanyakan, dengan bersembunyi di aplikasi yang sah dan secara otomatis mendownload di latar belakang, tanpa disadari. Namun peneliti Kaspersky lab mengatakan tidak ada indikasi bahwa setiap aplikasi di pasar Android resmi terdapat malware yang tersembunyi.

Malware Gingermaster sendiri sebenarnya merupakan varian dari DroidKungfu, yaitu sepotong malware yang ditemukan pada bulan Mei. Versi aslinya ditemukan bersembunyi pada aplikasi yang tidak sah di pasar aplikasi cina, ia memiliki kemampuan yang sama seperti GingerMaster namun hanya bisa pada android versi sebelumnya.

Namun GingerMaster merupakan malware yang berbeda, malware ini tidak hanya menargetkan pada Android 2.3.3 mungkin juga bisa menginfeksi pada versi android yang lebih tinggi, GingerMaster juga berhasil menghindari deteksi dari semua antivirus seleluar termuka yang telah teruji, untuk mengindari berbagai macam malware, Jiang memberikan beberapa tips di bawah ini :
ketika mendownload aplikasi smartphone, lebih baik cari toko aplikasi terkemuka saja, lalu periksa ulasan dan peringkatnya. Jika suatu aplikasi terlihat bagus, namun feedback dari pengguna mengatakan sebaliknya, lebih baik tinggalkan saja.

selain itu Jiang juga menambahkan, pastikan kamu merasa nyaman dengan data yang akan mereka (aplikasi) akses, jika kamu merasa data yang diakses oleh aplikasi terlalu banyak, lebih baik jangan didownload.

Dan yang terakhir, pastikan kamu selalu mengupdate anvirus pada smartphone kamu. Semoga beberapa tips di atas bisa mengamankan smartphone android kamu dari malware GingerMaster yang cukup menakutkan.

7 Program Jahat Android Terpopuler

Beberapa program jahat alias malware coba menerjang OS Android yang popularitasnya makin tinggi. Berikut beberapa malware Android paling terkenal yang terdeteksi sejauh ini, dilansir InformationWeek dan dikutip detikINET, Jumat (5/8/2011):

1. Android.PjappsM

Awal tahun 2010, penyerang mendownload program sah dari Android Market lalu menginfeksinya dengan malware Android.Pjapps. Versi modifikasi itu didistribusi ulang ke marketplace Android pihak ketiga. Selain menyedot pulsa dengan mengirim SMS premiun, malware ini menurut Symantec bertujuan mencuri data personal user yang perangkatnya terinfeksi.

2. Android.Geinimi

Trojan yang dikenal bernama Geinimi ini menyebar terutama di China. Ia menginfeksi game Android dan begitu terinstall di perangkat pengguna, perangkat itu jadi botnet mobile yang bisa dikendalikan penyerang dari jarak jauh.

3. AndroidOS.FakePlayer

Menurut Symantec, program jahat ini menyamarkan diri sebagai aplikasi media player. Jika terinstall, secara diam-diam akan mengirim SMS premium pada nomor di Rusia.

4. DroidDream (aka, Android.Rootcager)

DroidDream termasuk malware yang menggila dengan menginfeksi sekitar 60 aplikasi berbeda di Android Market serta menginfeksi ratusan ribu user di kuartal pertama 2011. Malware ini mengubah perangkat terinfeksi menjadi botnet, menembus sekuriti Android, menginstall software tambahan dan mencuri data.

5. Android.Bgserv

Beberapa saat sesudah terjangan DroidDream, Google merilis tool untuk 'menyembuhkan' perangkat yang terinfeksi. Namun penjahat cyber turut mendompleng momen ini dengan merilis versi palsu yang jahat. Beruntung tidak terlalu berbahaya meski tetap bisa mencuri data.

6. GGTracker

Ancaman GGTracker dinyatakan cukup canggih. Penjahat cyber mengelabui user dengan membuat halaman web mobile yang terlihat seperti Android Market di mana sebagian user terjebak mendownload aplikasi penghemat baterai palsu. Jika terinstall, malware ini akan mengirim SMS premium dengan biaya sampai USD 40 per SMS.

7. DroidKungFu

Taktik pembuat malware ini adalah mendistribusi aplikasi sah di Android Market, menunggu banyak user mengunduhnya, kemudian menginjeksinya dengan malware kala user melakukan update over the air (OTA). Beruntung, DroidKungFu sudah diketahui 'kejahatannya' sebelum menginfeksi user sehingga tak jadi masuk ke Android Market.

Wednesday, August 24, 2011

Samsung Siapkan 4 Ponsel Galaxy Versi Murah

Samsung Electronics memperkenalkan empat model smartphone terbarunya di bawah brand Galaxy. Vendor asal Korea Selatan ini tampaknya ingin berekspansi ke segmen menengah ke bawah di pasar smartphone yang kian bergairah.

"Samsung akan memperluas pangsa pasar menengah dengan model smartphone yang dibanderol pada kisaran USD 200, mengingat penetrasi smartphone di segmen ini lebih rendah bila dibandingkan dengan pangsa pasar high-end," kata juru bicara Samsung.

Langkah ini juga memperlihatkan kompetisi yang semakin sengit dengan Apple yang menjadi kompetitor terbesarnya. Seperti diketahui, perusahaan milik Steve Jobs itu disebut-sebut akan merilis iPhone 4 versi murah dan iPhone 5 dalam waktu dekat.

Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Rabu (24/8/2011), empat smartphone dengan kisaran harga Rp 1,7 jutaan yang akan digelontorkan Samsung tersebut yakni Galaxy W, Galaxy M Pro, Galaxy Y Pro dan Galaxy Y.

Galaxy W akan memiliki layar 3,7 inch. Galaxy M Pro yang sedikit lebih tinggi kelasnya dan Galaxy Y Pro yang ditujukan untuk kalangan low-end akan menjadi smartphone Samsung Galaxy pertama yang dilengkapi qwerty keyboard. Sementara model yang terakhir, Galaxy Y, adalah produk entry-level yang menyasar konsumen menengah.

Sederet ponsel Galaxy terbaru ini kabarnya akan diperkenalkan lebih luas pada perhelatan elektronik tahunan di Jerman awal September. Namun Samsung belum membeberkan spesifikasi detail smartphone tersebut. Pun tidak pula menyebutkan, kapan keempatnya resmi dipasarkan.


Android, OS Mobile Paling Diincar Program Jahat

Android kini 'resmi' menjadi target terpopuler serangan malware. Ia menggeser posisi Java Micro Edition sebagai platform mobile yang sering diserang, demikian menurut laporan dari McAfee pada kuarter terakhirnya.

McAfee Labs meneliti sample sebanyak 1.200 mobile malware yang ia kumpulkan selama kuarter kedua tahun 2011. Hasil yang didapat ialah bahwa 60% di antaranya menargetkan sistem operasi besutan Google tersebut.

Program jahat ini diketahui menyamar menjadi aplikasi-aplkasi seperti menawarkan update palsu game Angry Bird guna memperoleh akses ke ponsel si korban. Bukti bahwa banyaknya serangan yang menarget Android ialah jumlah malware Android yang telah mengalami lonjakan hingga 76% dari kuarter pertama di tahun yang sama.

"Kenaikan ancaman pada platform populer ini sebaiknya membuat kita mengevaluasi perlakuan kita pada piranti mobile dan industri keamanan harus berjuang untuk menghadang perkembangan malware," tulis peneliti McAfee dalam laporannya yang dikutip detikINET dari eWeek, Rabu (24/8/2011).

Tak hanya Android saja yang rentan akan serangan, produk-produk keluaran Apple juga tak luput dari malware.

Laporan lain dari McAfee menyebutkan bahwa mereka menemukan kenaikan jumlah software abal-abal untuk sistem operasi Mac. Ini mensugestikan, malware pun bisa juga muncul di produk yang sebelumnya dikenal kebal serangan yakni iPhone dan iPad.

Apple Rekayasa Gambar Bukti Galaxy S?

Apple kembali dituding merekayasa barang bukti dalam kasus hukumnya melawan Samsung. Setelah sebelumnya memberi bukti tablet Galaxy Tab 10.1 yang berbeda dari ukuran aslinya, kini mereka dituduh juga memperbesar gambar bukti ponsel Galaxy S.

Dalam dokumen yang diajukan Apple di pengadilan Belanda, tampak ukuran antara iPhone dengan Galaxy S sama persis. Padahal ukuran sebenarnya Galaxy S dengan iPhone berbeda.

Dalam hearing di pengadilan Belanda, pengacara Samsung mengklaim Apple melakukan manipulasi bukti. Di halaman 77 dokumen yang diajukan Apple, terdapat gambar yang jadi contoh kemiripan iPhone 3GS dan Galaxy S. Namun ukuran Galaxy S tidak akurat.

Dimensi Galaxy S adalah 122,4 x 64,2 mm sedangkan iPhone 3GS 115,5 x 62,1 mm. Nah, ukuran Galaxy S kemudian direduksi sekitar 6% sehingga tampak amat serupa dengan iPhone 3GS.

Sebelumnya di pengadilan Jerman, gambar bukti Apple juga menampakkan Galaxy Tab 10.1 diubah ukurannya agar sama dengan iPad 2. Sampai saat ini, belum diketahui apakah Apple sengaja melakukannya atau tidak.

"Saya kaget karena untuk kedua kalinya ada presentasi tak akurat produk Samsung muncul di fotografi bukti yang didaftarkan ke pengadilan. Hal ini tidak pantas dan mengurangi kredibilitas Apple," kata Mark Krul, pengacara di biro hukum WiseMen di Belanda yang detikINET kutip dari PCWorld, Sabtu (20/8/2011).

Perang antara Samsung vs Apple di pengadilan wilayah Eropa pun makin seru. Sebelumnya, pengadilan di Jerman sempat melarang Galaxy Tab 10.1 dijual di Eropa tapi kemudian mencabutnya. Apple meminta penjualan lini ponsel dan tablet Galaxy diblokir karena dianggapnya mencontek mentah-mentah iPhone dan iPad.